"Aturan Baru Masuk Kota Palopo"

Kebijakan terbaru wali kota Palopo terkait penanganan virus corona adalah menerbitkan surat edaran yang mengatur tentang keharusan warga dari luar yang masuk ke Kota Palopo menunjukkan surat keterangan hasil rapid test/swab test atau surat keterangan berbadan sehat. Hal ini karena Walikota Palopo, HM Judas Amir, beserta jajaran Pemkot Palopo berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Palopo.

Edaran Walikota dengan nomor ini merupakan tindak lanjut Peraturan WaliKota (Perwal) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Tatanan Kebiasaan Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran itu, Walikota menegaskan, camat harus memerintahkan lurah dan ketua RT/RW lebih maksimal memantau dan mengawasi warga dari luar yang datang ke Kota Palopo.

Warga itu harus menunjukkan surat hasil rapid test/swab test atau surat keterangan berbadan sehat. Jika tidak, warga ‘pendatang’ itu harus memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Bila yang bersangkutan tidak mampu menunjukkan surat keterangan berbadan sehat, maka warga itu untuk sementara tidak diperkenankan menetap di Kota Palopo.  

Para Camat harus terus berkoordinasi dengan pengurus rumah ibadah di wilayah masing-masing untuk senantiasa menyerukan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak.

Walikota juga meminta Kasatpol PP berkoordinasi dengan dinas kesehatan serta aparat terkait (TNI dan Polri) untuk senantisa mengawasi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan melakukan penegakan hukum.

Namun, sebelum melakukan penegakan hukum, harus melakukan pembinaan. Misalnya, memberikan teguran atau membagikan masker bagi warga yang tidak memakai.  (red.usni_Diskominfo Palopo)